9 Jenis Kayu Tahan Banting dan Anti Rayap Untuk Pembuatan Mebel Jepara

Jenis Kayu Tahan Banting dan Anti Rayap
Jenis Kayu Paling Baik Anti Rayap

Jenis Kayu Tahan Banting untuk pembuatan furniture jepara – Kayu umumnya cepat hancur karena dikonsumsi rayap. Kayu yang termakan oleh rayap membuat keadaan rumah jadi tidak menarik, hancur, keropos, dan gampang lapuk.

Jenis Kayu Paling Baik plihan Kayu sebagai material dasar yang banyak dicari orang untuk membikin beragam jenis bangunan, furniture dan parabot rumah. Disamping itu kayu bisa juga dipakai sebagai percantik rumah supaya berkesan tradisionil dan elok. Beberapa orang yang inginkan jenis kayu yang tahan lama, bertahan lama, dan tentu saja anti rayap.

Ada beberapa jenis kayu yang rayap juga tidak mempan mengkonsumsinya. Rayap tidak kerasan, bahkan juga untuk tinggal pada beberapa jenis kayu di bawah ini.

Jenis Kayu Tahan Banting, kayu yang tahan rayap, jenis kayu tahan bubuk, jenis kayu yang tidak tahan terhadap cuaca, harga kayu anti rayap, jenis kayu tahan air dan panas, kualitas kayu damar, kayu tahan air untuk pagar,

Jenis Kayu Tahan Banting dan Anti Rayap

Jenis Kayu Tahan Banting dan Anti Rayap
Jenis Kayu Paling Baik Anti Rayap

1. Kayu Jati

Kayu jati sebagai jenis kayu terbaik dan berkualitas tinggi dan ada di beberapa negara seperti India, Myanmar, Laos, Kamboja dan Thailand, dan Indonesia. Di Indonesia sendiri tumbuh subur di pulau Jawa seperti pada wilayah Jepara, Blora dan Bojonegoro.

kayu jati tpk perhutani

Kayu yang dari Burma ini banyak memiliki keunggulan, selainnya tahan pada rayap kayu ini mempunyai tangkai yang lempeng dan bisa tumbuh capai tinggi 30-40 m yang mengandung kandungan air fresh kayu jati sejumlah 70,79% dan kandungan air kering udaranya sejumlah 14,10%.

Susunan batangnya kuat pada peralihan cuaca, gampang diproses dan memiki kandungan air arna kayu jati yang alami dimulai dari coklat muda, keabu-abuan sampai coklat merah tua, jadi keunikan tertentu.

Jenis Kayu Paling Baik untuk pembuatan furniture

Kayu jenis ini umumnya dipakai sebagai bahan untuk pembuatan furniture seperti kursi tamu mewah karena keawetannya. Bahkan juga kayu jati ini telah populer dari dahulu sebagai bahan untuk membikin kapal, jembatan, bantalan rel, sampai kapal perang.

2. Kayu Ulin

Kayu ulin sebagai kayu ciri khas Indonesia yang dari Kalimantan. Kayu ulin terhitung jenis pohon besar dengan tinggi dapat capai 50 mtr. berdiameter capai 120cm dan berkadar air rerata sejumlah 13,62%. Kayu ini mempunyai panggilan kayu besi karena mempunyai karakter yang paling kuat, berat, keras, tahan membanting, dan tentu saja anti rayap.

kayu ulin kalimantan

Kayu ulin benar-benar kuat dan tahan lama hingga kerap digunakan sebagai fondasi bangunan di di air dan tempat basah, atap rumah (sirap), kusen dan pintu. Disamping itu ulin biasa dipakai untuk bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, dan perkapalan.

Karena karakternya yang tahan terhadap air, kayu ulin kerap dipakai untuk membikin rumah pentas di tepi rawa atau sungai oleh warga Sumatera dan Kalimantan.

3. Kayu Merbau

Pohon merbau banyak tumbuh di wilayah luar pulau Jawa, seperti Sulawesi, Kalimantan, Papua, sampai Maluku. Pohon ini bisa tumbuh capai tinggi 50 mtr. dengan kandungan air sejumlah 15%. Kayu merbau mempunyai keunggulan anti rayap dan anti jamur hingga pemakaiannya lebih bertahan lama. Beberapa warna dari kayu merbau serupa dengan kayu jati yakni warna kuning kecoklat-coklatan, coklat kemerahan, sampai sedikit kehitaman

Kayu Merbau Ekspor

Di Maluku dan Papua Nugini kayu merbau kerap disebutkan kayu besi karena personalitasnya yang keras hingga kayu merbau pas dipakai untuk pembikinan konstruksi rumah, jembatan, sampai tubuh truk. Kayu merbau tahan pada beragam keadaan cuaca hingga dapat untuk jadikan bahan pembikinan furniture khusus outdoor, seperti kursi teras atau meja teras.

Merbau bisa diserut dengan mesin sampai lembut dan gampang digergaji, tetapi buruk untuk dibubut. Kayu ini umumnya pecah jika dipaku, dan bisa memunculkan flek hitam jika terkait dengan besi atau terserang air.

4. Kayu Sonokeling

Kayu sonokeling sebagai kayu asli Jawa yang masuk ke kelompok kayu keras yang warna gelap dan berkualitas tinggi. Sonokeling cuman tumbuh liar di hutan-hutan Jawa tengah dan Jawa Timur di ketinggian 600 mtr. di permukaan laut.

kayu sonokeling

Kayu yang mempunyai nama lain sonobrit dan sonosungu memiliki ukuran sedang sampai besar, tingginya capai 20-40 m dan kandungan airnya sejumlah 15%. Kayu sonokeling mempunyai struktur yang halus hingga gampang dibuat jadi bahan furniture tanpa perlu diamplas.

Kayu sonokeling mempunyai skema yang cantik, dengan berhuaskan warna ungu bercoret-coret hitam, atau hitam keunguan berbelang dengan coklat kemerahan.

Sisi tengah kayu sonokeling mempunyai getah alami yang berperan sebagai penangkal rayap dan jamur tanpa perlu menambahkan beberapa obat kembali, hingga kayu ini dapat semakin tahan lama serta awet.

5. Kayu Sengon Laut

Pohon sengon laut atau dapat disebutkan pohon jeunjing menyebar dengan alami di India, Asia Tenggara, Cinaselatan, dan Indonesia. Dimulai dari ukuran pohon yang sampai cukup besar, kayu sengon laut mempunyai ketinggian capai tinggi 40m berdiameter 100 cm atau lebih.

Pohon pemroduksi kayu ini mempunyai perkembangan paling cepat di dunia, sepanjang satu tahun pohon ini dapat tumbuh mecapai ketinggian 7 menter dan nilai rerata kandungan airnya ialah 8,45%.

Kayu ini mempunyai beragam panggilan nama, satu diantaranya di Maluku kayu sengon disebutkan selawaku.

Kayu ini tidak terserang rayap, karena ada kandungan zat ekstraktif dalam kayunya. Kayu jenis ini umumnya dibuat jadi peti-peti pengemas, papan partikel, papan lapis, dan jembatan.

di Jawa Barat kayu ini lebih banyak dipakai sebagai bahan bangunan tempat tinggal, seperti papan-papan, kasau, balok, tiang dan lain-lain. Di Maluku, pada periode lalu kayu jeungjing biasa dipakai sebagai bahan pembikinan perisai karena karakternya yang enteng, simak dan sulit ditembus.

6. Kayu bengkirai

Kayu bengkirai atau juga dikenal bernama kayu balau ini datang dari Kalimantan dan di Filipina dan Malaysia. Kayu bengkirai dapat tumbuh sampai 40 mtr. berdiameter capai 120 cm. Kayu ini berkadar air 15% dan bisa kering dalam kurun waktu mulai 12 hari sampai 1 bulan.
Bengkirai mempunyai penampilan warna kuning kecokelatan. Pokok kayu ini mempunyai warna yang lebih gelap bila dibanding dengan sisi yang dekat sama permukaan.

kayu bengkirai

Bila dibanding dengan kayu lain, bengkirai terhitung yang paling getas. Walau demikian, kayu ini terhitung kayu yang keras hingga sering dipakai untuk dekor luar ruang seperti atap dan pagar. Disamping itu karakternya tahan pada cuaca ekstrim membuat kayu ini kerap digunakan untuk kepentingan konstruksi berat seperti jembatan, bantalan rel kereta, sampai perkapalan.

7. Meranti

Kayu Meranti sebagai jenis kayu populer di teritori Asia Tenggara. Pohon dari kayu meranti mempunyai wujud tangkai bundar silindris, dengan tinggi keseluruhan capai 40-50 m. Meranti dapat dikenal dari permukaan atasnya yang warna merah. Tingkat warna merah kayu akan mengisyaratkan umur dari kayu itu. Makin gelap berwarna, makin tua umurnya dan makin baik kualitasnyaa.

Susunannya yang kuat dan keras, membuat wujud dan ukuran tidak gampang alami peralihan. Kayu ini mempunyai kandungan airnya sekitar 15%.

Kayu meranti tidak gampang hancur walau tergenang air lumayan lama dan anti rayap. Hingga kayu ini dapat dipakai sebagai bahan konstruksi bangunan. Sebagaimana untuk pembikinan kerangka atap, parket lantai, railing tangga, pintu, jendela, bahkan juga alas.

Kayu maranti gampang diproses hingga bisa digunakan sebagai bahan membuat papan partikel, harbor, dan venir untuk kayu lapis. Disamping itu, kayu olahan dari kayu meranti ini pas untuk jadi bubur kayu, bahan khusus pembikinan kertas.

8. Kayu kamper

Kayu kamper datang dari wilayah tropis dan banyak dijumpai di Pulau Kalimantan, terutamanya di Samarinda. Biasanya pohon dari kayu kamper mempunyai tinggi capai 20-30 mtr. berdiameter 0,6-1,2 mtr.. Kayu kamper mempunyai ketahanan yang bagus hingga tahan lama dipakai sampai 10-15 tahun. Kayu ini berkadar air sekitar 13%.

Kayu ini disebutkan kayu kamper karena baunya yang serupa wewangian kamper membuat rayap pergi. Material pada kayu kamper kuat dan tahan membanting

Walau demikian, kayu kamper punyai kekurangan, khususnya ketika telah lama dipakai dan terserang air dan berkurang. Oleh karena itu, kayu ini tidak pas jadi material dasar membuat jendela dan pintu rumah. Lebih bagus menggunakan kayu kamper untuk konstruksi atap dan plafon.

9. Kayu damar laut

Kayu damar laut sebagai jenis kayu keras yang mempunyai serat yang lempeng atau terpilin. Kayu damar laut yang baru umumnya mempunyai warna kuning kecoklat-coklatan, tetapi makin lama kayu ini ada di luar ruang, warna kayu damar laut akan makin gelap.

Proses pemrosesan kayu ini terhitung susah karena karakter kayunya yang keras. Karakternya yang keras ini jadikan kayu damar laut pas dipakai pada exterior ruang atau di lingkungan outdoor.